RSS

Mencari Kerja atau Berwirausaha?

27 Dec

Dari tahun ke tahun semakin banyak lulusan sekolah pada bidang yang beragam, namun jumlah lulusan tersebut tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang tersedia. Terlebih dalam segi pengalaman mereka harus bersaing dengan para senior yang telah memiliki pengalaman lebih.

Jalan lain yang bisa ditempuh untuk menghindari hal ini adalah dengan berwirausaha, namun sepertinya sangat sedikit yang mau melirik ke pilihan kedua ini. Banyak faktor yang mempengaruhinya, antara lain modal, kecakapan dan ilmunya yang pasti. Padahal jika mereka tahu, banyak sekali para pengusaha yang latar belakang pendidikannya sangat minim dengan bisnis yang mereka geluti. Tapi pilihan adalah hak setiap manusia. Pilihan banyak jatuh kepada pilihan pertama, maka banyak juga yang mencari informasi lowongan kerja terbaru ketimbang peluang bisnis yang ada. Normal memang, …..

Jika Anda berminat berwirausah, pilih bidang usaha yang Anda minati dan memiliki hasrat dan pengetahuan di dalamnya. Tidak mudah memang, terutama jika kita sudah lama dan terbiasa berada dalam zona aman. Seringkali kesibukan kerja membunuh naluri kita untuk berkreasi maupun mengasah minat dan kesukaan yang mampu mendatangkan uang. Jika Anda telah menentukan minat, maka segeralah asah pengetahuan dan perbanyak bacaan serta ketrampilan mengenai bidang usaha yang hendak Anda tekuni. Kadang-kadang hal-hal yang kita rasakan kuasai, ternyata setelah berada di lapangan berbeda drastis dengan yang kita pikirkan. Seorang yang sehari-hari mengerjakan pekerjaan keahlian tertentu, belum tentu bisa sukses berbisnis dalam bidang tersebut, karenanya perlu sekali belajar dari orang-orang yang telah sukses merintis usaha di bidang tersebut.

Perluas dan perbanyak jaringan bisnis dan pertemanan. Seringkali tawaran-tawaran peluang bisnis dan dukungan pengembangan bisnis datang dari rekan-rekan di dalam jaringan tersebut. Namun Anda tetap harus hati-hati, karena tidak pernah ada yang namanya makan siang gratis, siapapun itu, Anda harus tetap berhati-hati dan mempersiapkan akan datangnya hal-hal yang tidak terduga. Karena yang namanya uang tidak mengenal tuan. Bisa saja hari ini Anda adalah big boss, namun esok lusa Anda menjadi pengangguran karena didepak oleh karyawan sendiri yang bekerja sama dengan partner bisnis Anda atau bahkan investor Anda. Di kalangan sebagian orang, dikenal istilah namanya menggunting dalam lipatan, peribahasa ini telah terbukti berkali-kali terjadi di dalam dunia bisnis, oleh karena itu, sebagian kalangan, sangat memperhatikan faktor nama baik dan reputasi keluarga mitra bisnisnya.

Pilihlah keunikan dan nilai unggul dalam produk/jasa Anda. Kebanyakan orang tidak sadar, ketika memulai berbisnis, terjebak di dalam fenomena banting harga. Padahal, ada kalanya, harga bukan segalanya. Anda harus bisa mencari celah dan ceruk pasar yang unik. Anda harus menentukan posisi Anda di dalam peta persaingan usaha. Jika Anda menilai terlalu tinggi jasa/produk Anda, sementara hal yang Anda tawarkan itu tidak punya keunggulan yang sangat spesifik dan memiliki nilai tambah, maka orang akan berpaling kepada usaha sejenis dengan harga dan kualitas yang jauh lebih baik. Misalkan Anda memulai usaha bisnis jasa pembuatan desain web (web desainer). Tentukan, apakah Anda ingin bersaing berdarah-darah di usaha web murah meriah, atau Anda akan spesifik kepada desainnya, atau Anda akan spesifik kepada faktor security (keamanannya) atau kepada tingkat kesulitan dan kompleksitas pengelolaan databasenya.

Jaga kredibilitas dan brand image. Seringkali kita ketika memulai berusaha, melupakan faktor nama baik, kredibilitas dan pandangan orang terhadap produk/jasa kita. Padahal, ini yang paling penting dalam berbisnis. Mengulur-ulur pembayaran kepada supplier atau peminjam modal, adalah tindakan yang sangat fatal dan berakibat kepada munculnya nama Anda di dalam daftar hitam jaringan bisnis usaha yang Anda tekuni. Misalnya salah satu usaha bisnis, seringkali bertindak arogan dan mengabaikan keluhan para pelanggannya, padahal bukan hanya sekali dua kali orang-orang melakukan komplain, akibatnya, kehilangan pelanggan adalah hal nyata yang akan terjadi dan bahkan kehilangan pasar potensial dan pangsa pasar yang dikuasainya.

Berhemat dalam operasional secara terencana serta sisihkan uang untuk modal kerja dan penambahan investasi alat-alat produksi/jasa. Banyak orang yang jika sudah untung besar dan berada di atas, melupakan faktor persiapan akan hal tak terduga maupun merencanakan pengembangan usaha. Padahal namanya bisnis adalah sama dengan hidup, harus selalu bertahan dan berjuang. Banyak pengusaha dan pengrajin kita, ketika sudah kebanjiran order dan menerima banyak uang, malah mendahulukan membeli mobil mewah ataupun mobil sport. Hal ini tidak salah, namun akan lebih baik jika keuntungan itu disisihkan untuk laba ditahan dan penambahan modal kerja. Dengan demikian usaha bisa lebih berkembang, dan mendapatkan kepercayaan dan pinjaman modal dari bank menjadi lebih mudah. Karena Anda dipercaya oleh pihak bank mampu mengelola perusahaan secara profesional. Sebaiknya untuk keperluan sehari-hari, pemilik perusahaan mencadangkan alokasi dana secukupnya saja untuk biaya hidup dan keperluan pribadi dalam bentuk gaji tetap komisaris/pemilik. Atau disisihkan sebagian saja dari laba tahunan, namun jangan menganggu arus kas perusahaan untuk kepentingan pribadi yang tidak ada urusannya dengan produktivitas usaha.

Demikian sebagian kecil saja tips dan nasehat dari kami mengenai langkah-langkah awal yang harus dipahami dalam berwirausaha.

Seperti yang saya tuliskan di atas bahwa pebisnis juga bisa sama dengan pencari kerja, bisa sesuai dengan latar belakang pendidikannya ataupun tidak. Yang pasti lihat saja mana lowongan kerja yang menjanjikan. Pertanyaan buat Anda, Mana yang Anda pilih untuk mencari Kerja atau Berwirausaha???

 
Comments Off on Mencari Kerja atau Berwirausaha?

Posted by on December 27, 2012 in Perlu Tahu

 

Comments are closed.

 
%d bloggers like this: