RSS

Karakter yang Membuat Bangsa Indonesia Tertinggal

02 Apr

Profesor DR Bomer Pasaribu, SH, SE, MS mengatakan, bangsa Indonesia selalu tertinggal dari negara lain diakibatkan karakter masyarakatnya yang doyan berdebat daripada berbuat.

“Jika karakter doyan berdebat dan semangat untuk maju masih melekat dalam jiwa rakyat Indonesia. Mustahil bangsa ini mampu mengejar ketertinggalannya dari negara lain, “ujarnya dalam studium general mahasiswa baru Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) P. Sidimpuan TA 2010/2011 di Gedung Auditorium kampus setempat, Senin (11/10).

Dikatakan, bangsa Indonesia seharusnya bisa belajar banyak dari Malaysa, Korea dan Jepang yang telah mampu menunjukkan dirinya sebagai negara yang disegani di dunia Internasional khususnya di bidang ekonomi.

“Lihat Negara Malaysa , Korea dan Jepang. Hanya dengan hitungan tahun mereka sudah mampu merajai perekonomian dunia. Itulah bukti jika semangat untuk maju itu dapat mengatasi masalah serumit apapun, “tutur Guru Besar IPB, USU dan narasumber Lemhanas ini.

Dalam makalah Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) nya yang berjudul ‘Prime Mover Pembangunan Nasional dan daerah Perspektif Kebijakan Publik Dalam Kehidupan Demokrasi Studi Kasus Model Korea Saemaul Undong’, Profesor Bomer juga memaparkan sejumlah metode/ teori dan faktor yang mendasari Korea dapat mampu menyamai Jepang hanya dalam kurun waktu sekitar 25 tahun.

“Saya masih sempat melihat langsung bagaimana miskinnya negara Korea diera 70 -an. Tapi dengan gerakan modernisasi Korea Saemaul Undong berfokus pada manusia unggul. Negara ini akhirnya mampu menyamai Jepang sekarang ini, “terangnya.

Dijelaskan, gagasan dasar Saemaul Undong diproklamirkan pertama sekali oleh presiden park chung-hee (22 April 1970) berfokus pada manusia yaitu, revolusi jiwa/mental, memperbaiki lingkungan dan sosial dan meningkatkan pendapatan produktivitas perdesaaan.

“Dengan Konsef Saemul Undong yang diproklamirkan Presiden Chung-hee melalui semangat gotong royong. Negara Korea akhirnya mampu terlepas dari kemiskinan bahkan menjadi salah satu kiblat ekonomi dunia, “terangnya.

Dukung

Dalam kesempatan itu, Profesor Bomer Pasaribu yang juga mantan Menteri tenaga Kerja Era Gusdur ini mengungkapkan, dukungannya atas peningkatan STAIN P. Sidimpuan menjadi IAIN bahkan Universitas.

“Saya dukung sepenuhnya peningkatan status STAIN. Semoga kedepan sebutan ketua bisa berganti dengan rektor. Saya akan turut membantu perubahan status ini meski dari balik layar, “ungkapnya.

Kepada para mahasiswa baru Bomer mengharapakan, agar mampu menjadi tuan di negara sendiri dengan cara menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). “Jadilah tuan di negara sendiri. Kita pasti mampu jika memiliki semangat untuk maju, “katanya.

Sebelumnya, Ketua STAIN P. Sidimpuan DR Ibrahim Siregar dalam sambutannya mengungkapkan rasa simpati dan salutnya terhadap Bupati Tapsel H. Syahrul M Pasaribu yang sangat memiliki kepedulian tinggi terhadap perkembangan perguruan tinggi di daerah ini.

“Saya berikan apresiasi tinggi terhadap Bupati Tapsel atas kepeduliannya terhadap perguruan tinggi khususnya STAIN P. Sidimpuan, “tuturnya.

Bupati Tapsel H. Syahrul M Pasaribu dalam sambutannya mengharapkan, peran serta civitas akademik STAIN P. Sidimpuan dalam memacu percepatan pembangunan di Tapsel.

Dikatakan, dalam visi-misinya saat Pilkada lalu hingga terpilih menjadi Bupati Tapsel, bidang pendidikan tetap dijadikan sebagai salah satu skala prioritas dalam peningkatan SDM. ” Dengan SDM yang mumpuni, Tapsel akan mampu bangkit dari keterpurukan, “katanya.

Acara studium general ini dirangkai dengan pemberian cinderamata berupa kain tenun dalam bingkai kaca oleh Ketua STAIN Dr Ibrahim kepada Profesor Bomer Pasaribu.

Turut hadir, sejumlah Unsur Muspida dan Muspida Plus Kota P. Sidimpuan, Tapsel, Perbankan, Civitas akademik STAIN serta sejumlah tokoh agama. (hih)

 
Comments Off on Karakter yang Membuat Bangsa Indonesia Tertinggal

Posted by on April 2, 2011 in Tulisan bebas

 

Comments are closed.