RSS

Indeks Pembangunan Manusia Bangsa Indonesia Masih Jauh Tertinggal

02 Apr

INN Channels, Mataram Indeks Pembangunan Manusia (IPM) bangsa Indonesia hingga kini masih belum mengembirakan. Berdasarkan laporan UNDP terbaru, IPM bangsa Indonesia berada di peringkat ke-108 dari 177 negara.

Kondisi yang memprihatinkan ini diungkapkan Staf Ahli Menteri Kesehatan, dr Indriono Tantoro saat berbicara tentang ”Strategi Pembangunan Kesehatan dalam Mendorong Percepatan Peningkatan IPM Nasional” pada Dialog Nasional Pemuda Indonesia, di Senggigi, Mataram.

Kualitas pertumbuhan pembangunan suatu bangsa dapat diukur dengan IPM, indikator itu merupakan gabungan dari tiga variabel, yakni tingkat ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Di sektor kesehatan, variabel yang digunakan dalam menghitung IPM adalah Umur Harapan Hidup (UHH), pemerintah telah memberikan perhatian yang serius dan memadai dalam upaya meningkatkan UHH itu.

Hal itu jelas tercantum dalam Perpres No: 7 Tahun 2005 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Dalam RPJMN tercantum pula sasaran pembangunan kesehatan sampai tahun 2009 yaitu meningkatnya UHH dari 66,2 tahun menjadi 70,6 tahun.

”Hal lain yang harus kita perhatikan secara serius adalah kemiskinan di Indonesia, saat ini masih terdapat sekitar 76,4 juta penduduk miskin di Indonesia,” katanya.

IKM juga dipengaruhi oleh status kesehatan masyarakat yaitu dari indikator proporsi penduduk yang tidak mempunyai akses terhadap sarana air bersih, proporsi anak dengan berat badan rendah dibanding umur dan proporsi penduduk yang kemungkinan meninggal sebelum umur 40 tahun.

Menurut UNDP nilai IKM Indonesia dewasa ini adalah 17,9 yang menduduki peringkat ke-33 dari 99 negara yang dinilai.

”Dengan demikian masalah pembangunan di Indonesia masih sangat berat dan kompleks, IPM Indonesia masih rendah dan IKM Indonesia juga masih tinggi yang keduanya dipengaruhi oleh sektor kesehatan,” katanya.

Tahun 2004 Angka Kematian Bayi (AKB) 35 per 1.000 kelahiran hidup telah dapat diturunkan menjadi 30,8 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2006. Angka kematian Ibu (AKI) juga mengalami penurunan dari 307 per 100.000 kelahiran hidup pada 2004 menjadi 262 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2005.

Sejalan penurunan AKB, angka UHH terus meningkat dari 66,2 tahun pada tahun 2004 menjadi 69,4 tahun pada tahun 2006. ”Namun, bila dibanding dengan negara tetangga, maka Indonesia sangat tertinggal,” katanya.(antara/rosmita)

 
Comments Off on Indeks Pembangunan Manusia Bangsa Indonesia Masih Jauh Tertinggal

Posted by on April 2, 2011 in Tulisan bebas

 

Comments are closed.

 
%d bloggers like this: