RSS

Ulah Tengkulak, Penyebab Mahalnya Harga Cabe

11 Mar

AKHIR-AKHIR ini bumbu dapur bernama cabe menjadi perhatian. Benda unik berwarna merah ini, sejak awal tahun 2011 menjadi perbincangan seantero masyarakat negeri ini. Cabe pun jadi ulasan media massa. Pasalnya, rasa pedas yang menyertai rasanya, ternyata berimbas pada harganya.

Harga cabe saat ini bisa dibilang menembus rekor tersendiri. Seperti ramai diberitakan media, harga cabai terus meroket hingga 100% per kilogram. Padahal, harga normalnya hanya Rp5.000 hingga Rp8.000 per kilo. Kenaikan cukup tinggi terjadi untuk cabai merah keriting mencapai Rp70.000 per kilo.

Pemerintah sempat dibuat bingung dengan fenomena kenaikan harga cabe yang luar biasa ini. Pemerintah akhirnya buka suara soal penyebab kenaikan harga cabai akhir-akhir ini. Naiknya harga bahan pangan ini ternyata bukan disebabkan kekurangan suplai atau melonjaknya permintaan pasar. Penyebabnya adalah karena ulah tengkulak (spekulan) yang memanfaatkan situasi.

Kenaikan harga cabe ini sudah membuat panik pasar. Kepanikan terjadi lantaran para tengkulak menghembuskan isu kalau cabe sulit didapat di pasar oleh karena pasokan dari petani tersendat atau karena cuaca buruk. Sebenarnya ulah para tengkulak mencari untung dengan menaikkan harga cabe tidak akan terjadi jika masyarakat juga tidak bertindak panik.

Memang, hukum ekonomi mengenai harga barang sangat ditentukan oleh suplai dan permintaan pasar. Namun saat kenaikan harga cabe terjadi, suplai dan permintaan pasar tidak menunjukkan statistik yang luar biasa. Pasokan cabe ke pasar-pasar tradisional lebih dari cukup. Begitupun permintaan konsumen juga biasa-biasa saja.

Benarkah kenaikan harga cabe ini diikuti dengan kesejahteraan para petani cabe?

Ternyata, kenaikan harga cabe ini tidak berkorelasi positif pada kesejahteraan petani cabe. Petani cabe tidak ikut menikmatinya, tapi keuntungan itu dinikmati segelintir pemain yang menguasai mata rantai perdagangan, mulai tengkulak, spekulan hingga pedagang besar.

Masalah kenaikan harga cabe yang tidak masuk akal ini harus segera diselesaikan, karena jika tidak diambil tindakan, tengkulak dan spekulan itu akan semakin berani memainkan harga kebutuhan yang lainnya.

Pemerintah harus mengambil langkah dan tindakan yang tegas terhadap mereka itu. Jangan hanya memberantas tengkulak yang memainkan harga cabe saja, namun juga terhadap mereka-mereka yang memainkan harga bahan kebutuhan pokok (sembako). Kita menunggu tindakan yang nyata dari pemerintah untuk menghentikan aksi-aksi para tengkulak dan spekulan.

Yulianto
Jl H Samali, Pasar Minggu
Jakarta Selatan

 
Comments Off on Ulah Tengkulak, Penyebab Mahalnya Harga Cabe

Posted by on March 11, 2011 in Tulisan bebas

 

Comments are closed.